Gejolak Politik dan Regulasi Terhadap Gejolak Ekonomi di Indonesia

Beberapa bulan sebelum terjadinya krisis di tahun 1997 seluruh dunia termasuk Bank Dunia dan IMF memuji-muji prestasi ekonomi Asia Timur, termasuk Indonesia. Bahkan dikatakan bahwa ekonomi negeri ini secara fundamental sehat dan kuat. “Fundamental ekonomi Indonesia, basically sound,” kata Direktur Pelaksana IMF Michael Camdessus, Oktober 1997.
Para pejabat dalam negeri, termasuk media massa, tak ketinggalan pula membanggakan diri dengan julukan “Macan Baru Asia”, sambil tak lupa menggelar prestasi pembangunan ekonomi dengan sejumlah parameter baku seperti angka tingkat pertumbuhan, produk domestik bruto (PDB), laju inflasi, dan sebagainya.
Namun ternyata, semua prestasi yang dibanggakan itu seperti tak ada artinya tatkala nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS jatuh terjerembab di bursa valas internasional. Bak hamparan padi bernas yang dibangga-banggakan petaninya, lantas tiba-tiba porak poranda diterjang gelombang banjir. Ditambah lagi dengan gejolak politik di Indonesia yang semakin menambah parah terhadap gejolak ekonomi moneter di Indonesia.. semua kebijakan yang mulanya mutlak dibanggakan oleh seluruh kalangan masyarakat menjadi tidak berarti dan saat itu menjadi sejarah baru yang menambah bukti bahwa gejolak politik dan regulasi terhadap gejolak ekonomi moneter sangatlah berpengaruh dan dua hal itu tak dapat dipisahkan aeakan menjadi satu kesatuan yang utuh.

1. Pengertian tentang Politik dan Regulasi
Menurut Ibnu Khaldun dan Thomas Hobes dalam buku Abdulwahab-Al-Affendy (1998 : h. 9-10) Politik itu berkaitan dengan kekuasaan dalam suatu negara. Kekuasaan timbul karena 3 cara :
1. Kekuasaan karena kuat secara fisik, atau identik hukum rimba dimana yang kuat akan menguasai yang lemah dalam suatu wilayah jajahannya.
2. Kekuasaan karena rasional pemikiran, yaitu pertimbangan atas pemikiran seperti baik atau buruk, sejahtera atau tidak, untung apa rugi dan sebagainya.
3. Kekuasaan karena adanya upaya untuk mendapatkan harapan hidup yang baik di dunia dan akhirat.
Jadi titik puncak dari pengertian kekuasaan menurut Ibnu Khaldun dan Thomas Hobes adalah kebenaran. Pengertian politik yang hakiki adalah setiap upaya untuk mencapai kekuasaan hendaknya digunakan dalam menegakkan kebenaran.
Menurut buku Abdul Muis (2000 : h. 6) Politik adalah segala upaya yang dilakukan dengan cerdas, pintar, licik dengan tujuan untuk menguasai masyarakat dan negara.
Upaya politik akan menghasilkan kekuasaan, pimpinan yang memegang kekuasaan akan menjalankan segala peraturan yang disebut dengan Regulasi. Pengertian regulasi secara lengkap adalah :
Menurut Prof. DR. Isang Gonarsyah (2001) PPs-IPB, regulasi adalah “upaya sadar oleh individu atau kelompok individu untuk mempengaruhi sikap dari individu atau organisasi lainnya. Sifat regulasi berusaha membatasi prilaku sesorang atau kelompok.
Menurut Stigler regulasi adalah tanggapan pemerintah atas permintaan regulasi oleh kelompok-kelompok orang atau lapisan masyarakat agar kepentingannya terpenuhi walau terkadang merugikan kelompok lain.
2. Pengertian tentang Ekonomi Moneter
Ekonomi moneter adalah ekonomi yang membahas tentang peredaran uang, nilai tukar, suku bunga, indeks harga saham, kebijakan harga, tingkat inflasi dan lain-lain. Dalam makalah ini hanya akan dibahas beberapa dari indikator moneter diatas sebagai berikut :
a. Pengertian tentang Nilai Tukar Rupiah terhadap Mata Uang Asing (Foreign Exchange Rate)
Perdagangan yang dilakukan antara dua negara tidaklah semudah yang dilakukan dalam satu negara, karena mesti memakai dua mata uang yang berbeda misalnya antara negara Indonesia dan Amerika Serikat, Pengimpor Amerika harus membeli rupiah untuk membeli barang-barang dari Indonesia. Sebaliknya Pengimpor Indonesia harus membeli Dollar Amerika untuk menyelesaikan pembayaran terhadap barang yang dibelinya di Amerika. Menurut Sadono Sukirno (1976 h. 292) besarnya jumlah mata uang tertentu yang diperlukan untuk memperoleh satu unit valuta asing disebut dengan kurs mata uang asing.
Besarnya keinginan untuk mendapatkan suatu mata uang dalam kajian makalah ini bukanlah untuk menyimpannya tapi untuk digunakan bagi membayar pembelian barang-barang dari luar negeri, maka sifat permintaannya berkaitan erat dengan sifat permintaan ke atas barang-barang dari luar negeri tersebut, bila harga-harga lebih mahal maka permintaannya berkurang atau sebaliknya, bila harga-harga lebih murah maka permintaannya akan bertambah.
Beberapa faktor penting yang mempunyai pengaruh atas perubahan kurs pertukaran menurut Sadono Sukirno (1976 h. 296) adalah : 1. Perubahan dalam cita rasa masyarakat. Bila penduduk suatu negara lebih menyukai barang-barang dari negara lain maka nilai mata uang asing tersebut akan semakin naik.
2. Perubahan harga dari barang-barang ekspor. Semakin tinggi harga barang yang akan diekspor, semakin turun nilai mata uang pengekspor tersebut.
3. Kenaikan harga-harga umum (inflasi). Semakin tinggi tingkat inflasi negara pengeskpor semkain turun nilai mata uang negara tersebut.
4. Perubahan dalam tingkat bunga dan tingkat pengembalian investasi. Semakin tinggi tingkat bunga investasi di negara tersebut semakin tinggi nilai mata uang negara tersebut.
5. Perkembangan ekonomi. Semakin banyak nilai ekspor suatu negara semakin kuat nilai mata uang negara tersebut.
b. Pengertian Pasar Modal
Pengertian pasar modal sering disamakan dengan pasar uang. Pada hal kedua pasar tersebut memiliki perbedaan yang jelas yaitu :
Pasar Uang menurut Sirait (1995: h.365) adalah pasar abstrak yang berkaitan dengan instrumen keuangan jangka pendek seperti deposito, surat berharga (commercial paper) meliputi Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU).
Pengertian pasar modal adalah :
Pasar modal menurut Sirait (1995:365) adalah pasar konkrit atau abstrak yang mempertemukan pihak yang menawarkan dan yang memerlukan dana jangka panjang, yaitu jangka waktu satu tahun ke atas.
Pasar modal menurut Scott dalam Dahlan Sirait (1995:h.365) adalah pasar untuk dana jangka panjang dimana saham biasa, saham preferen dan obligasi diperdagangkan.
Dari pengertian di atas dapat dilihat perbedaan antara pasar uang dengan pasar modal. Pasar uang berkaitan dengan dana jangka pendek sedangkan pasar modal berkaitan dengan dana jangka panjang yaitu 1 tahun ke atas.
Pengertian pasar modal adalah pasar untuk dana jangka panjang dalam bentuk obligasi atau saham. (Drs.Soemasono, 1995 :h.37). Menurut Sharpe at al (1995:h.9), cara untuk membedakan pasar sekuritas berhubungan dengan jangka waktu aset finansial. Pasar uang (money market) biasanya meliputi aset finansial yang memiliki jangka waktu satu tahun atau kurang, sedangkan pasar modal (capital market) meliputi aset finansial yang memiliki jangka waktu lebih dari satu tahun.
Menurut pengertian di atas maka surat hutang departemen keuangan diperdagangkan di pasar uang dan obligasi pemerintah diperdagangkan di pasar modal.
3. Politik Regulasi dan Ekonomi
Menurut Rachbini (2000 : h. 22) antara politik regulasi dengan ekonomi tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Politik erat kaitannya dengan kekuasaan yang dapat menguasai sumber daya ekonomi. Untuk membangun ekonomi suatu masyarakat, harus memiliki kekuatan dalam mempengaruhi kebijakan secara politik ditingkat pembuat kebijakan itu sendiri.Menurut Daniel W. Bromley , Etika menekankan pada persepsi kolektif tentang sesuatu yang dianggap baik dan adil, untuk masa kinimaupun mendatang. Hukum menekankan pada penerapan kekuatan kolektif untuk melaksanakan ethical consensus yang telah disepakati. Sementara itu, ilmu ekonomi menekankan pada perhitungan untung rugi yang didasarkan pada etika dan landasan hukum suatu negara. Politik Hukum Ekonomi menjadi konsensus untuk mengatur kegiatan ekonomi agar mencapai tujuannya. Namun, tidak jarang Politik Hukum Ekonomi yang dibuat berdasarkan konsensus sepihak dengan kekuatan kekuasaan yang dimiliki oleh pemerintah menjadi distorsi bagi perekonomian.
4. mengatasi permasalahan dalam pembangunan politik Tujuan pembangunan politik adalah menciptakan stabilitas politik yang kondusif bagi terselenggaranya pembangunan disegala bidang, dengan menciptakan kehidupan politik yang dinamis dan mampu mengakomodasikan setiap perubahan kepentingan serta aspirasi rakyat dan perkembangan lingkungan strategis regional maupun nasional.
Untuk mengatasi permasalahan dan tantangan yang dihadapi, maka strategi kebijakan pembangunan politik yang ditetapkan adalah: 1.Fasilitasi penyelenggaraan pendidikan politik rakyat dan pengembangan sistem politik
Program ini bertujuan memfasilitasi penyelenggaraan pendidikan politik rakyat dan pengembangan sistem politik yang dapat meningkatkan kesadaran serta pemahaman masyarakat terhadap hak dan kewajiban politiknya dalam berbagai segi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 2. Peningkatan peran lembaga legislatif
Program ini bertujuan untuk meningkatkan peran lembaga legislatif sebagai institusi politik yang mampu menjabarkan aspirasi rakyat, terciptanya mekanisme kontrol yang efektif, mendorong proses demokratisasi serta menciptakan iklim yang mendukung terwujudnya sikap keterbukaan dan tanggung jawab. 3.Fasilitasi atau dukungan penyelenggaraan pemilu dan sosialisasi sistem pemilu
Program ini bertujuan untuk mendukung peningkatan penyelenggaraan pemilihan umum dengan memberikan peran yang lebih efektif kepada organisasi peserta pemilihan umum, baik dalam perencanaan, pelaksanaan maupun pengawasan didaerah, serta sosialisasi sistem pemilu yang telah disepakati kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: